Jam

Sabtu, 19 Maret 2011




Berbicara manusia, berbicara pula akan perbedaan. Slow saja, gak usah otot-ototan. OK..!!! Ambil dulu saja secangkir teh hangat untuk mengendorkan otot-otot kakumu itu. Kasian, tegangan tinggi kurang baik pula buat temperatur badan. Hehe.

Manusia tidak ada yang sama. Jangankan manusia, dari sekian banyak mobil A#PH*RD di pabrik, gak akan ada yang sama persis 100%. Gak percaya, silahkan cek sendiri, saya sih ogah. Hehe.
Otak manusia pun diciptakan dengan micro chip yang berbeda, kapasitas yang tidak sama, bahkan, pengamanan dan scanning virusnya pun bervariasi pula, tak ada yang sama.begitu pula dengan hati.
Jadi kenapa lagi kau memaksaku tuk punya pemikiran yang sama denganmu. Maaf, itu tidak etis, pemaksaan dan pemerkosaan hak asasi namanya.
Saya punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalah ini. Dan cara ini, sungguh belum terlintas di fikiranmu.
Kau pun bertanya padaku, “lha kok kamu dengan PD nya bilang seperti itu, darimana kau tau, bukannya kau bilang tadi pemikiran orang beda-beda….? Jangan sok tau deh…!”
Sudah selesai pertanyaannya…?
Aku tau caraku tidak terlintas difikiranmu, karena kau masih saja memaksakan kehendakmu. Dan satu lagi. Kalo caraku sama dengan caramu, tak perlu kau buang-buang waktu menanyakan hal itu kepadaku.
Kuharap kau paham.
read more "Jangan Perkosa Hak Asasiku"



عن ابن عمر رضي الله عنهما قال أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي رضي الله عنه فقال - كن في الدنيا كأنك غريب , أو عابر سبيل - وكان ابن عمر رضي الله عنه يقول " إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لمماتك " رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam menganjurkan untuk meniru perilaku orang asing, karena orang asing yang baru tiba di suatu negeri tidaklah mau berlomba di tempat yang disinggahinya dengan penghuninya dan tidak ingin mengejutkan orang lain dengan melakukan hal-hal yang menyalahi kebiasaan mereka misalnya dalam berpakaian, dan tidak pula menginginkan perselisihan dengan mereka. Begitu pula para pengembara tidak mau membuat rumah atau tidak pula mau membuat permusuhan dengan orang lain, karena ia menyadari bahwa dia tinggal bersama mereka hanya beberapa hari. Keadaan orang merantau dan pengembara semacam ini dianjurkan untuk menjadi sikap seorang mukmin ketika hidup di dunia, karena dunia bukan merupakan tanah air bagi dirinya, juga karena dunia membatasi dirinya dari negerinya yang sebenarnya dan menjadi tabir antara dirinya dengan tempat tinggalnya yang abadi.
read more "Hidup Seorang Pengembara"

Jumat, 18 Maret 2011




Suatu kala badan ini seakan tak bertulang, lunglai, lemah gulita, lemas tiada tara. Solusi yang pertama dan paling utama yaitu, kusetubuhi saja kasur krempeng-ku itu.Dan yang paling menyenangkan, kasur yang telah kusetubuhi tadi pun memberiku kepuasaan yang luar biasa, sampai-sampai jam dinding-pun dibuatnya cemburu. Gimana tidak, detak jam, bahkan dering alarm yang sudah berbunyi pun tak segan-segan ditolak mentah-mentah telingaku ini. Hemmm….pantas saja ia cemburu….
Sudah berjam-jam aku bercinta dengan rasa "malas" ini. Berjam jam dan setiap hari. Seakan tiada arti rajut kasihku bersama sang waktu selama ini, apa yang sudah kita ikrarkan dulu, kini tak tahu apa buah nya. Wah seakan-akan ku berpaling darinya. Ya, kuakui aku tengah selingkuh dengan si “malas” yang cantik jelita ini.
Si “malas” yang cantik jelita ini setiap saat memanjakanku, memelukku, menciumku, dan mengasihiku. Aku terbius oleh racun manisnya. Aku terperangkap dalam ranjau bualannya.
Hingga suatu ketika, tatkala hati ini bersimpuh menghadap penciptaku, aku tersadar, atau mungkin dosis yang diberikan si “malas” yang cantik jelita ini sudah habis, sudah tak terasa nikmatnya, aku bangkit, aku berdiri dengan kaki nuraniku.
Di persimpuhan doaku, aku hanya berucap, kutiliskan surat terakhirku untuk si “malas” yang cantik jelita itu:


Untuk Selingkuhanku si “malas” yan cantik jelita

Maafkan aku, aku sadar, kau bukan yang terbaik bagiku.
Dan maaf, aku men-TALAK-mu, aku ingin berCERAI denganmu.
Terima kasih buat kasih sayangmu selama ini.
I’m Sorry Good Bye……
read more "Kuceraikan si "malas' Yang Cantik Jelita itu"

Kamis, 17 Maret 2011




Saat Mereka mendoakan, “Barakallahu laka…”
Kubisikkan padamu, “Cintamu, sehangat ciuman bidadari”.
Kau menjawab, “Ada barakah di kala bidadari cemburu”.

Ketika mereka meminta lagi pada Allah, “Wa baarakallhu ‘alaika…”
Lirikanmu menelisik hatiku, “Dalam badai, dekap aku lebih erat”
“Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan”, begitu kau kuyakinkan

Lalu mereka menutup, “Wa jama’a bainakuma fil khair…”
Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya manyatu, “Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta”
Maka sempurnalah tiga perayaan cinta….
read more "Pernikahan Barakah"

Rabu, 16 Maret 2011





Adil ku tak sama dengan adilmu,
adilmu juga tak sama dengan adilnya,
begitu juga dengan adilnya tak tentu sama dengan adilku,
lalu apa lagi yang kau permasalahkan wahai "hati"
kenapa masih saja kau meronta-ronta berteriak kencang-kencang menuntut keadilan yang merata,
apa masalahmu....
apa pula salahku,
sudahlah, tak usah kau mengiri kepada sang takdir,
syukuri,
dan bisa jadi itu akan menjadi keadilan buatmu,,,,
read more "Adilku bukan Adilmu, Bukan pula Adilnya"

Selasa, 15 Maret 2011




Ijab Qabul, "Saya terima nikahnya ISTIQOMAH binti SHOBAR dengan mas kawin seperangkat NIAT, dibayar tunai" , kuharap Tuhan dan malaikat-malaikatNYA menjawab "SAH......!!!"...amin

Pagi yang lumayan dingin ini, masih saja kupeluk selimut bolong-bolong membelai tubuh kurusku ini. Entah apa yang ada difikiranku, seakan diformat, dan hanya ada 1 file didalamnya, yaitu "males". Jikalau ada pengadilan yang mau membantu saya untuk menuntut pemformat itu, pastilah kan kudatangi ia, kumintai tolong kepadanya, ku ingin jebloskan ia kedalam buih neraka. Tapi sayangnya tidak, jangankan mencari pengadilan itu, meng "iya" kan saja rasa ini masih setengah hati.

Tapi tak kubiarkan selimut yang bermotif lobang seperti batik jogja ini membuatku semakin terpuruk dalam ketiadaan. Ku ejah otak ini untuk berfikir, merenung, dan mencari solusinya. Banyak niat yang ku tulis. Tapi seiring berjalannya sang waktu tinta "keseriusan" ini menghilang entah kemana, kertas 'ke-iatiqomahan" ini entah bersembunyi dimana. Dan saya katakan jujur, sampai detik ini mereka berdua belum pulang kerumahnya, dan lagi-lagi baru saja kutengok kedalam hati ini, ternyata masih saja belum berpenghuni. Mereka kemana?
Mereka kemana? atau jangan-jangan aku sendiri yang tidak sengaja telah mengusirnya dari rumahnya ini. Tega sekali aku? Kasihan hatiku, rumah kosong tak berpenghuni, usang, sunyi, dan akhirnya terkesan angker.
Sekarang yang hanya bisa saya lakukan adalah mencarinya ke sudut-sudut pelataran sisi hidupku. Barangkali saja ia disana. Aku hanya ingin mengikat janji dengannya. Janji suci. Sehidup semati.

Bolehkah saya minta tolong kepada para pembaca?
DImana letak alamat rumah orang tua si "istiqomah itu"...??
Ada yang tau...???
Aku hanya ingin kesana, menyuntingnya tuk menamaniku hingga akhir hayat nanti.
Aku ingin belajar mencintainya, dengan tidak sesekali mencampakkannya lagi.
Aku serius.
Aku kehilangan ia....
Aku sedang kehilangan si "ISTIQOMAH".....

www.kopyahputih.tk
(hammam alfattahiey dalam peraduan)
read more "Ingin Kusunting si"ISTIQOMAH" itu"

Minggu, 13 Maret 2011




Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. (QS. Ar-Rum [30] : 21)
Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan.(QS. An-Naba’ [78] : 8).
Lafadz “jodoh” adalah kata yang dipakai dalam bahasa Indonesia untuk menunjuk makna tertentu. Lafadz ini berbeda dengan lafadz suami, istri, pasangan hidup atau yang semisal dengannya. Lafadz jodoh menurut kamus bahasa Indonesia adalah “pasangan yang cocok” baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Adapun makna jodoh di sini adalah “orang atau individu tertentu yang akan menjadi pasangan hidup kita”, dengan titik pertanyaan: Apakah Allah telah menentukan dalam Lauhul Mahfudz, sebelum manusia dilahirkan bahwa ia akan dipasangkan dengan individu tertentu ataukah tidak? Artinya apakah Allah sudah mentakdirkan dalam Azal bahwa A akan dipasangkan dengan B, C dipasangkan dengan D, ataukah tidak?

Dan siapakah pasangan kita...??? haha....sabar....akan tiba pada masanya.....

selamat berusaha....
read more "JODOHKU, JODOHMU, JODOH DIA"
 

Entri Populer

Tuan Rumah

Kenalan Yuk

Foto saya
Pacitan, Jawa Timur, Indonesia
Blog ini hanya sekedar mengeksplor sisi ke WOW-an INDONESIA kita... salam kenal semuanya....

Blogroll

   

Jumlah Pengunjung

Pengikut